Perbaikan Jalan Proyek Abadi

Pernahkah kalian mengeluh betapa ancurnya jalan yang kita lewati? Padahal itu jalan poros tempat lalu-lalang semua kendaraan. Itu juga saya alami dan sering kali mengumpat nggk jelas di jalan karena efek jalan rusak ini. Saya nggk ngerti gimana alur yang benar dari perbaikan jalan sehingga Surat Perintah perbaikan jalan itu turun dan di garap oleh vendor. Tapi yang saya tahu perlu berbulan-bulan menunggu hingga jalan rusak parah bahkan harus ada pisang di tengah jalan agar pengguna tahu kalau jalan tersebut berlubang dan nggk bisa dilewati.

Pohon Pisang di tanam di Tengah Jalan

Mengutip dari artikel di detik.com jelas tanggung jawab untuk perbaikan jalan bukan jalan tol adalah tanggung jawab Dinas PU.

Sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) Pekerjaan Umum (PU) No. 631 / KPTS / M / 2009 tentang Penetapan Ruas-ruas Jalan Menurut Statusnya Sebagai Jalan Nasional Bukan Jalan Tol, jelas bahwa sebagian jalan di berbagai wilayah kota atau Kabupaten masih berstatus jalan Nasional. Tentunya semua biaya perawatan dan perbaikannya berada di Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PU.

Kita sendiri juga sudah terbiasa dengan adanya garansi, lantas bagaimana dengan perbaikan jalan ini? Apakah ada garansi?

Menjelang lebaran kali ini, banyak jalan yang menjalani perbaikan, dan saya rasa masyarakat senang atas hal ini. Di jalan yang biasa saya lewati terlihat kendaraan besar yang sedang mengaspal jalan yang bukan cuma menambal yang berlubang tapi membuat  lapisan baru di atas lapisan lama dan hasilnya jalan bisa kembali mulus ketika dilewati kendaraan.

Dan yang saya khawatirkan dan mungkin juga dipikirkan oleh sebagian orang terjadi, belum sampai satu minggu kendaraan-kendaraan besar pemulus aspal pergi jalan sudah ada yang belubang, lubang itu pun lumayan panjang sehingga para pengendara harus memelankan kendaraannya jika harus melewati jalan itu, atau jika tidak maka pengendara akan merasakan sensasi bergelombang. Tidak hanya satu titik jalan yang mengalami rusak kembali pasca perbaikan jalan, dan sebagian besar itu titik yang sama dengan sebelumnya sebelum di perbaiki.

Nah jika seperti itu, apakah ada garansi dari Dinas PU ayau vendor atau apalah yang berkewenangan atas proyek perbaikan ini? Atau harus menunggu tahun depan dengan menunggu anggaran baru. Tapi kalau menunggu anggaran baru itu sih nggk ada garansi.

Saya nggk tau di mana letak kesalahan dari proyek ini, yang jelas masyarakat yang menerima akibatnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s