Isi Hati

Pagi ini ditemani kopi tersirat tanya yang sejak malam menghuni pikiran. Ada yang salahkah ketika kita menyembunyikan perasaan dan tidak kita sampaikan, hanya disimpan di hati saja? Ga ada yang salah sih, cuma resiko ditanggung yang nyimpan :).

Di setiap hubungan pertemanan atau bahkan mungkin hubungan keluarga, menyimpan suatu perasaan dan tidak diungkpan itu masih sering terjadi. Apa akibatnya jika itu sering dilakukan? Pastinya pertengkaran yang timbul karena ketidakjelasan akan muncul. Karena setiap individu hanya bisa menebak dan membuat sepekulasi atas perasaan yang disimpan tersebut. Ada juga yang bilang kalau “Jujur itu kadang menyakitkan”, kalau menurut saya asal perasaan yang tak harus diungkapkan itu bisa dibuang jauh dan tidak akan muncul lagi sah-sah aja untuk tidak dikatakan. Tapi berkata jujur itu memang lebih baik, dengan kita berkata jujur tanpa ada yang ditutup-tutupi semua akan terasa jelas, tidak ada sepekulasi yang timbul atas perasaan-perasaan yang kita simpan.

Jadi, isi hati siapa yang tahu? Yang tahu hanya kita dan Allah. Tapi siapa yang harus tau? Saya kira diri kita sendiri yang lebih bisa menjawab, karena memang tidak semua isi hati kita harus kita ungkapkan, namun alangkah baiknya kita bisa mengungkapkan kepada siapa saja yang kita rasa perlu tahu tentang apa yang kita rasakan. Sehingga tidak ada lagi tebak-tebakan yang bisa menimbulkan kesalahpahaman, dan sepahit apapun itu lebih baik kita ungkapkan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s