Putus Baik-baik

Pada percaya ga sih kalau ada putus yang baik-baik? Atau belum pernah putus? *laggeng banget*, atau malah belum pernah pacaran? *itu lebih baik :)*. Kalau gue sih termasuk orang yang nggak percaya adanya “putus baik-baik”, yang namanya putus itu ya nggak enak, mana ada putus yang enak. Tali sepatu putus aja nggak enak, nyusahin, apa lagi hubungan cinta yang terputus #ough #jleb.

Masih ga percaya kalau ga ada yang namanya “putus baik-baik”? Lo pikirin lagi deh ketika lo memutuskan yang katanya “putus baik-baik” dengan kesepakatan bersama sehingga tercipta kata mufakat apa yang lo rasain? Ga ada kata kangen? Ga ngrasa pengen ketemu lagi meskipun cuma bentar? Pengen nonton bareng? Jalan bareng? Ahhh bulsyiit… Pasti ada lah keinginan kayak gitu #agakmaksasih. Ya meskipun lo uda ga ada kecocokan, tapi hari-hari sampai detik-detik yang pernah lo laluin sama dia pasti menyimpan kerinduan untuk bersama lagi meskipun cuma sebentar.

Nah makanya itu gue ga percaya kalau ada istilah “putus baik-baik”, mendingan putus secara ga baik aja. Biar sekalian timbul dendam dan rasa dendam itu mengikis rasa sayang. Eh tapi jangan disalah artikan ya soal dendam ini, dendam disini bukan dendam membara yang menuntut lo buat nglakuin hal-hal aneh yang dapat merugikan diri lo dan orang lain. Lo juga harus bisa mengendalikan rasa dendam ini, nanti kalau uda fasih lo bisa jadi avatar yang punya jurus Pengendalian Dendam #oke #mulaingelantur #kemanamana.

Nah terus gimana kalau pasangan kita ngajak putus secara baik-baik? Ahahaha, itu mah pinter-pinternya dia doank, palingan dia uda bosen sama lo. Kalau lo diajak putus baik-baik jangan mau, ajak dia “putus secara tidak baik-baik”. Gimana? Ajak aja bertengkar ungkit masalah-masalah yang dulu, ejek dia secara fisik, nah kalo dia sempurna banget fisiknya gimana? Ga jadi minta putus kalau gitu, jangan mau diputus :)). Ah nggk ah, kesempurnaan fisik itu ada batasnya koq. Kalau emang dia uda ngajak putus, meskipun secara baik-baik udah ladenin aja, jangan lupa taruh dendam di hati lo biar lo ga kangen-kangen lagi kalo di tinggal dia.

Kalau uda kejadiannya kayak gitu, dan lo masih kangen dia, inget masa-masa indah sama dia  terus, bikin ga bisa tidur, bikin ga enak makan, kerjaan berantakan, tugas kuliah berantakan, males mandi, nah lo wajib lapor ke polisi ini atas tuduhan “penyikasaan jasmani dan rohani karena rasa kangen“.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s