Modern People, Modern Habbit

Saya tinggal disuatu kota (tepatnya kabupaten bukan kota) kecil yang mungkin punya budaya yang sangat berbeda dengan kota-kota besar di Indonesia. Sebagian besar orang masih banyak yang berpikir soal kebiasaan-kebiasaan tabu yang sebenarnya itu lumrah dilakukan oleh penduduk kota besar. Tapi tak sedikit juga orang-orang yang sudah berpikir dan berperilaku layaknya orang di kota besar, mungkin mereka tak mau dikatakan sebagai orang yang ketinggalan jaman.

Selain itu kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang di kota besar mungkin menyebar karena adanya pendatang dari kota besar yang datang ke kota kecil. Dan mungkin bisa juga penduduk asli kota kecil yang sempat merantau ke kota besar dan menjajal kebudayaan disana sehingga bisa dia bawa pulang dan diimplementasikan di kota asalnya juga.

Terkadang saya berpikir tidak semua berpikir dan berperilaku ala penduduk modern itu bagus, meskipun mau tidak mau kita harus mengikutinya biar ga bilang “Ga gaul lo!”. Pernyataan seperti itu kerap kali membuat kita anak muda yang masih labil emosinya bisa berpindah-pindah pendirian setiap kali mereka berpikir “itu orang keren sekali dan gue harus kayak orang itu”. Yang ditakutkan adalah kita tidak bisa menyaring mana yang harusnya kita ikutin dan mana yang tidak. Dan kadang kita juga kerap kali berpikir “mumpung masih muda, kapan lagi nggk nyobain hal yang beginian”.

Ya mungkin benar sih mumpung masih muda dan mumpung belum merasakan hal negatifnya meskipun sudah banyak contoh tapi itu biasa kita anggap hanya Headline News yang berdurasi tidak lebih dari 10 menit setelah itu selesai.

Sepertinya memang benar usia muda itu usia yang produktif menyerap hal-hal baru dan mulai berani mencoba-coba. Dan siapa yang patut disalahkan ketika para anak muda mulai berani mencoba hal-hal negatif? Minuman keras bahkan narkoba menjadi tempat penyelesaian masalah. “Loe ga minum ga keren men!”. Seorang wanita yang lupa akan kodratnya. Itu mungkin contoh kecil dampak negatif dari kehidupan modern.

Yah yang namanya lingkungan bergaul dan iman memang sangat berpengaruh dalam hal ini. Semoga kita bisa tahu dan memilih mana yang baik buat kita dan masa depan kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s