Terima Kasih tak Hanya dalam Lisan

Melakukan sesuatu dengan ikhlas tanpa mengharap imbalan itu hanya ada dalam pelajaran PPKn. Dalam kenyataannya itu tidak akan terjadi. Bahkan beribadah kepada Tuhan yang sudah jelas adalah kewajiban kita, kita masih saja berdoa meminta apapun yang kita ingini.

Itupun terjadi saat kita melakukan sesuatu untuk manusia, pastinya kita mengharap suatu balasan dari tindakan yang kita perbuat untuknya. Entah itu mungkin hanya ucapan terima kasih atau senyuman ramah. Bagaimana jika hal itu tidak dilakukan oleh seseorang yang sudah kita tolong? Bisa jadi kita bakal malas untuk menolong dia lagi.

Sebagai pihak yang merasa tertolong sebaiknya kita tahu bagaimana berterima kasih atas pertolongan yang diberikan kepada kita. Merasa balas budi itu mungkin lebih baik dan kita akan balik menolong dia jika dia sedang kesusahan dan butuh bantuan kita. Kadang pihak penolong tidak hanya butuh ucapan terima kasih semata, kita sebagai pihak tertolong harus jeli terhadap semua itu. Misalkan saja tukang parkir yang menemukan kunci motor
kita yang jatuh di tempat parkir. Dalam situasi seperti ini ucapan terima kasih tidak akan cukup menebus kunci yang telah ditemukan tukang parkir tersebut. Paling tidak kita harus memberikan imbalan berupa uang atas jasanya.

Bagaimana jika ada seseorang yang tiba-tiba selalu berbuat baik pada kita? Imbalan apa yang harus kita berikan? Kita harus jeli menyikapi itu, selain itu juga kepekaan menjadi hal yang penting menghadapi kasus seperti ini :).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s