Umur hanya Allah yang Tahu

Baru kemaren ketemu dan nonton bareng Naif di Graha Cakrawala adek sepupu saya Alda dikabarkan hilang ditelan ombak di pantai Jolosutro perbatasan Blitar Jawa Timur. Sama sekali ga ada firasat apa-apa ketika saya bertemu dia di konsernya naif, dia tetep ceria dan ga ada sesuatu yang lain darinya. Seusai konser saya pamitan dan berjabat tangan, seperti biasa dia mencium tangan saya. Itu hal yang biasa dilakukan dia ketika berpamitan kemana-mana.

Keesokan harinya saya pergi ke kontrakan yang biasa dipakai kerja anak-anak HN. Disana saya masih belum mendapat feeling apa-apa. Pergi makan bakso bakar, balik lagi ke kontrakan pas maghrib, kemudian balik ke depan laptop buat melihat hasil downloadan film yang sudah selesai. Seperti biasa saya dan laptop selalu ada di ruang TV bukan di ruang kerja seperti anak-anak. Saat itu anak-anak lagi bercanda, ga tau bercanda soal apa tapi kelihatannga asik banget sampai ketawa keras. Ga tau kenapa saya nggak ada niatan buat join sama mereka, padahal biasanya saya ikut nimbrung kalau ada guyonan ga jelas. Dan saya lebih memilih baca-baca random seperti biasa di laptop. Nggak lama kemudian si ocha (adek sepupu) telpon, dia bilang kalau aku disuruh pulang. Aku tanya kenapa jawabnya masih belum jelas, antara ibuk kaget, Alda, dan pantai. Karena perasaan uda ga enak akhirnya saya pulang.

Sesampainya di rumah, ibuk nangis, ga berhenti-berhenti dan bilang kalau aku disuruh jemput Alda, setelah aku tanya Ocha dia bilang kalau Alda terseret ombak di pantai Jala Sutra perbatasan Blitar. Ibuk hanya bisa nangis, nyebut nama Allah, suruh jemput, uda kayak orang linglung. Aku coba nenangin dia, sedikit tenang dia gitu lagi. Ga ada lagi yang bisa aku lakukan kecuali berdoa. Saya sholat sunnah 2 rokaat kebetulan belum isya’ dan minta sama Allah semoga dikasih jalan yang terbaik. Selesai sholat isya’ saya kembali ke kamar ibuk dan coba nenangin dia lagi, saya suruh ibuk sholat dan berdoa juga minta yang terbaik sama Allah, karena hanya itu yang bisa kami lakukan saat ini.

Bapak dan om Agus uda berangkat ke TKP mulai jam 5 tadi, dan dapat informasi mereka sampai sekitar jam 8 malam. Di rumah kita cuma bisa nunggu informasi terkini dari sana. Jam 2 pagi Bapak dan om Agus sampai di rumah, dan mereka bilang Alda belum di temuin. Kronologis yang mereka dapat ketika kejadian itu adalah ketika 4 orang termasuk Alda pergi ke pantai yang melewati bukit buat cuci kaki karema mereka sudah mau pulang. Saat mereka cuci kaki tiba-tiba ombak datang dan menghantam 4 orang itu. 3 orang dari mereka bisa lolos dan Alda pun sempet ditolong tapi dengan keadaan yang sudah lemas. Dia di gendong dipunggung oleh temennya tapi tiba-tiba ombak menghantam mereka lagi dan Alda lepas dari gendengona temannya, sejak saat itu Alda hilang terseret ombak :(.

Informasi sampai saat ini 10/05/2013 13:39 Alda masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan, polisi dan koramil sudah ada disana juga. Semoga Allah memberi jalan keluar yang baik, aamiin.

EDIT
Alhamdulillah Jum’at tanggal 17 Mei 2013 pukul 17.00 WIB jenazah Alda ditemukan di pesisir pantai Sendang Biru oleh para nelayan. Kemudian jenazah sampai di Rumah Sakit Saiful Anwar sekitar pukul 21.00. Saya sempat melihat dengan keluarga dan teman-teman Alda. Mereka sudah memastikan kalau jenazah tersebut adalah Alda. Kerena keluarga menginginkan untuk dimakamkan di Jabung, maka jenazah dibawa ke Jabung dan dimakamkan keesokan harinya.

Terima kasih atas semua doa dari teman-teman sehingga adik saya Alda bisa ditemukan kembali, meskipun dengan kondisi yang terburuk, namun mungkin ini yang terbaik menurut Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s