THR

Helloo… pada uda dapet THR belum? Bagi pekerja kantoran sih kayaknya uda pada dapet semua ya… Tapi untuk pekerja bebas kayak saya THR bukan hal yang pasti, bisa dapet bisa juga tidak tergantung kita memaknai THR itu seperti apa. Bagi pekerja kantoran THR uda kayak gaji ke-13 atau mungkin 14 dst. Karena itu pemberian diluar dari usaha kita untuk bekerja tiap bulannya. Kalau dari jerih payah kita tiap bulan itu namanya gaji. Bagi seorang pekerja bebas (freelancer) mungkin hampir tidak ada namanya THR atau bonus. Kecuali ada klien baik hati sih yang mau ngasih bonus karen kerja bagus kita :).

Dalam keseharian freelancer apa yang mereka kerjakan itulah yang mereka dapat. Balik lagi ngomongin THR deh, ntar malah bahas kerjanya freelancer beda sama judul dong :D.

Kalau saya pikir THR ada gaji/bonus tiba-tiba, kayak nemu uang di jalan gitu. Dan seharusnya dari situ zakat yang dikeluarin harus lebih besar dari gaji kita perbulannya dong. Kalau gaji itu minimal 2.5% per bulan. Kalau nemu uang? seingat saya harus lebih gede dari itu *CMIIW sih, silahkan googling aja.

Ada bahasan dari salah satu akun twitter yang saya follow yang membahas soal finansial dan lagi ngomongin THR. Yang mereka bahas adalah THR harus kita keep dan kita pisahin dari rekening pribadi. Kalau menurut saya sih jangan di keep dong, zakatin dulu jangan disimpen utuh, toh paling nggk orang tua, ponakan-ponakan, dan keluarga dekat pasti ngarep kecipratan meskipun cuma sedikit kan. Setelah semua beres baru deh sisanya kita keep.

Gitu sih kalau menurut saya soal THR, kalau menurutmu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s