Itu Gula Bukan Minyak Goreng

Ketika disebuah rumah tidak ada seorang perempuan sama sekali itu merupakan salah satu musibah. Ya saya baru merasakan ketika nenek saya berangkat haji dan tiap pagi sampai sore hanya saya yang ada di rumah ini. Meskipun kadang nenek juga tidak masak tapi paling nggak saya bisa tanya-tanya ini apa, tempatnya di mana.

Jadi barusan saya mau makan siang, karena tidak ada yang masak mau ga mau saya harus beli diluar atau masak sendiri. Kali ini saya memutuskan untuk masak sendiri, saya sudah membayangkan menunya tahu goreng sama sambal kecap, mungkin dengan tambahan telor ceplok seperti siang-siang sebelumnya. Sempat ragu kalau tidak ada tahu di dalam kulkas, tapi ternyata masih ada 2 bungkus tahu didalamnya. Baiklah yuk kita mulai memasak.

Uda ada wajan (penggorengan) dengan sedikit minyak bekas saya menggoreng telor tadi pagi. Sepertinya minyaknya kurang. Disebelah kompor ada semacam minyak goreng tapi ditaruh botol, nggak biasanya sih ada didalam botol, biasanya ada di bungkus plastiknya. Tapi yasudahlah itu pasti minyak, kan ada disebelah kompor. Akhirnya saya tuang minyak tersebut ke dalam wajan, sambil menunggu minyak panas, saya melumuri tahu dengan air garam. Setelah tampak panas saya memasukan tahu ke dalam wajan. Agak sedikit aneh sih,  tahunya lama banget mencoklatnya. Sambil menunggu tahunya mencoklat (matang) saya bikin sambal kecapnya. Agak sedikit curiga lagi nih, koq coklatnya nggk seperti biasanya padahal uda lumayan lama saya menggorengnya. Apipun saya besarkan dengan harapan tahu cepat matang. Eh ternyata setelah saya balik tahunya bagian bawahnya uda sedikit gosong. Hmmm… biar deh saya angkat saya, keburu laper. Tahu saya tiriskan untuk mengurangi minyak yang ada di tahu. Namun minyak tak kunjung berkurang.

Sekilas kenapa tahu goreng saya bau tape ya? Makin curiga saja, sepertinya ada yang salah ini dengan proses penggorengan tadi. Saya pun coba mencicipi tahu gorengnya, dan benar saya tahunya manis, ahahaha. Ternyata yang saya pikir selama ini itu minyak goreng ternyata gula cair :(. Saking malunya sama diri sendiri, meskipun di rumah belum ada orang sama sekali, saya buru-buru membuang tahu goreng tadi dengan tertawa terbahak-bahak :D.

Makan siang jadi tak bergairah, daripada sambal kecapnya mubadzir saya menggoreng telur saja sama seperti menu sarapan tadi pagi. Cukup menyesal juga tadi buru-buru membuang tahu goreng manis, belum sempat mengabadikan bukti kegagalan yang cukup memalukan itu. :D.

Advertisements

One thought on “Itu Gula Bukan Minyak Goreng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s