Tidak Peduli Sekitar

Beberapa hari ini saya mulai merasakan dan bertanya, apa ada yang salah dengan saya? Di mulai dengan hilangnya tas beserta isiniya, kemudian kacamata, disusul dengan charger iPhone kemudian yang baru sadar kemaren adalah headset yang baru beli 2 bulan dari stacksocial.

Hmm… saya sempet berfikir apa saya ini pelupa banget? masih umur segini pikunnya udah keterlaluan. Kemudian saya coba merenung, mencoba mengkoreksi diri, mencari-cari kesalahan yang ada pada diri saya. Sulit, nggk seperti kita cari kesalahan dari orang lain. Memang benar sekali kata pepatah “Gajah di pelupuk mata tak tampak, sementara kuman di seberang lautan tampak”. Apa mungkin saya kurang sodaqoh? Itu salah satu yang sering terlintas dipikiran kita ketika kita kehilangan. Mungkin memang benar, tapi saya masih penasaran, apa cuma itu saja? Saya masih mencari kata yang tepat bagi kesalahan saya, dan akhirnya saya mendapatkan kata-kata itu mungkin ini tepat dengan kesalahan yang saya perbuat, “Saya tidak peduli dengan sekitar”.

Kurang sodaqoh itu menjadi salah satunya. Selain itu saya terlalu tidak peduli dengan sekitar saya, saya tidak pernah mengamati apa yang ada disekitar saya, saya tidak pernah mengecek apakah ini layak atau tidak, bisa dibilang saya orangnya selalu terburu-buru, sehingga dengan mudahnya meninggalkan barang bawan dimana saja. Ya mungkin ini kesalahan yang saya lakukan selama ini, bersikap tidak peduli dengan sekitar itu benar-benar salah. Jangan lakukan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s