Mataremaja, Kereta Yang Selalu Mengalah

Perjalan ke Pattaya kali ini dimulai dengan naik kereta api Ekonomi ke Jakarta yang paling legendaris, siapa yang tidak tahu Mataremaja a.k.a Matar. Karena tiket yang kami beli terbang ke Bangkoknya lewat Jakarta, jadi mau tidak mau kita harus ke Jakarta dulu untuk terbang ke Bangkok. Dan untuk menghemar duit, kita memilih Matar sebagai alat transportasi kami menuju Jakarta.

Cukup dengan Rp. 65.000 kita sudah bisa sampai Jakarta. Matar sekarang tidak sama seperti Matar yang dulu, setiap orang sudah dipastikan punya tempat duduk dan ber-AC. Pukul 16.00 Matar berangkat dari Stastiun Kota Baru menuju Jakarta Pasar Senen.  Yang tertera ditiket sih berangkat puku 16.00 dan sampai sana 09.27, jadi masih ada waktu sekitar 5 jam untuk checkin di bandara Soekarno-Hatta.

Tiba-taba di tengah perjalanan, mungkin baru sampai Kepanjen, kereta tiba-tiba berhenti ditengah-tengah perkebunan tebu. Saya kira itu hanya berhenti biasa yang sejenak kemudian melanjutkan perjalanan lagi eh ternyata kata pedagang-pedagang yang di dalam kerera lokomitifnya mogok. Duh!

Kereta nggk berbunyi dan ga bergerak sama sekali sekitar 1 jam lebih, tapi akhirnya kereta bisa berjalan lagi setelah teman saya balik dari kamar mandi (ini ga ada hubungannya sih :D).

Mungkin karena mogok tadi itu berdampak dengan sering crash-nya kereta kita dengan kereta lain, dan kereta malang yang kami tumpangi ini selalu mengalah mempersilahkan kerata lain maju duluan. Baru berjalan 1-2km kerata berhenti, nunggu kereta lain lewat dulu, kejadian itu berlangsung terus menerus sampai kita melewati Semarang.

Hal yang cukup menghawatirkan adalah kita baru sampai semarang pukul 05.00 :O. Lha sampai Jakartanya jam berapa? Yaudahlah kita pasrahin saja ke masinis. Dan browsing-browsing plan D juga sih kalau misalnya telat :|. FYI kita uda nglewatin plan A – C salah satunya karena situasi Bangkok yang memanas.

Setelah melewati Semarang kereta mulai berjalan cukup cepat dan sudah jarang berhenti. Kecepetan rata-rata kereta antara 80 – 90 km/jam. Dan akhirnya kita sampai stasiun Pasar Senen puku 12.00. Rencana awal sih kita bakal naik Damri ke bandara kalau saja kereta ini tepat waktu. Ya demi memburu waktu kita harus naik taxi dengan supir yang ugal-ugalan. Yaudah gpp lah yang penting selamat sampai bandara meskipun dengan pusing berat dikepala bercampur kelaparan yang melanda :|.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s