Tidur di Bandara Svarnabhumi, Thailand

Setelah perjalan panjang selama 21 jam bersama kerata api Mataremaja, sampailah kita di Bandara Soekarna-Hatta, Jakarta. Tanpa basa-basi yang kita tuju pertama kali adalah tempat makan. Di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta kita pilih makanan yang menurut kami pasti-pasti saja (baca: fast food), setelah menjelajah kedalam bandara saya pikir nggk ada makanan yang sebelumnya pernah saya makan, daripada nanti kecewa yaudah kita balik keluar saja, karena sebelumnya sepertinya saya melihat KFC diluar. Eh setelah kita bertiga keluar bandara ternyata yang ada diluar bandara itu bukan KFC, melainkan BIM Burger and Fried Chicken -__-. Karena sudah tidak tahan dengan cacing yang bermetamorfosa menjadi belut di dalem perut yasudahlah kita makan disitu. Teriyaki Chicken + Es Milo + Corn Soup jadi santapan siang saya, kira-kira semua itu 50rban lah.

Barang-barang bawaan
Barang-barang bawaan
Tepar setelah perjalan kereta dan taksi ugal-ugalan

Penerbangan ke Bandara Svarnabhumi pukul 16.40, setelah makan dan istirahat sebentar kita checkin dan menunggu di Gate Z-4. Tak lama kemudian boarding gatenya dibuka. Perjalanan cukup lama di atas pesawat, sekitar 3 jam lebih hampir 4 jam. Jangan lupa siapin barang buat killing time, buku atau ebook reader cukup kalau kalian seneng baca, atau mungkin laptop buat nonton film, jangan lupa bawa earphone biar suara ga kemana-mana :).

Killing time
Killing time

Pertama kali sampai di Bandara Svarnabhumi cukup bingung sih, yang katanya salah satu bandara terbesar di dunia, uda bikin kita parno aja kalo kesasar-sasar :D. 21 jam + 4 jam tidak tersentuh air sama sekali bikin badan terasa lengket, cari toilet dulu lah kitanya. Tapi sayang nggk ada kamar mandinya, cuci muka dan gosok gigi cukup lah untuk jalan-jalan di bandara :).

Sudah terpikirkan untuk nginep di bandara sih, soalnya kita sampai sana sekitar jam 8 malam. Shuttle bus terakhir jam 6 sore kita juga uda book  hotel untuk esok harinya. Cuma yang jadi pertayaan adalah apa kita boleh tidur di bandara? Ada beberapa bandara yang tidak memperbolehkan penumpang untuk tidur di bandara, untuk itu saya sudah mempersiapkan diri baca-baca sedikit tips dari sini 😀 (Thanks to mas Hafiz yang uda ngasih linknya :)).

Sebelumnya saya manjelajah lantai 3 dulu untuk mencari spot dimana kita bisa tidur malam ini. Dan sepertinya sepanjang saya muter-muter lantai 3 saya tidak menemukan tempat yang pas buat kita tidur. Dan sepertinya lagi kita memang harus keluar dan mengurus imigrasi agar bisa menjelajah seisi bandara, karena jika tidak kita cuma muter-muter disekitar situ saja.

Setelah mengurus imigrasi dan keluar dari lantai 3 tempat pertama kedatangan kita kita bisa menjelajah seisi airport yang lebih besar daripada MOG sepertinya :D. Lapar, yap perut udah meronta-ronta bung, jadi makan apa kita malam ini. Terlihat iklan Big Burger sih tadi di lantai 3, sepertinya asik kalau makan malam sama Big Burger. Dan pencarian stan Big Burger pun dimulai. Setelah ketemu ada yang bikin kita nggk nafsu makan lagi, harganya itu lho :|. Harganya antara 300 – 500 baht. Kita baru sampai airport aja uda mau ngeluarin uang segitu, perjalanan masih panjang nak, sepertinya saya harus mengurungkan niat untuk membeli Big Burger. Dan Sevel lah harapan kita. 3 Chicken Burger seadanya dan 3 Susu botol uda kita dapetin dangan 160 baht saja. Lumayan buat ngganjel perut lah. Anyway itu untuk 3 orang lho bukan cuma saya aja #autocorrect.

Lapar uda mulai terobati kita melanjutkan cari tempat lagi buat tidur. Ada beberapa tempat yang uda ditempatin sama turis untuk tidur tapi cuma dikit sih, dan kami masih belum yakin apa memang boleh kita tidur di bandara ini. Dan akhirnya ada tempat dengan banyak kursi kosong, mungkin ada 3 turis yang tidur disitu dan kita memutuskan untuk tidur disitu. Dan jangan lupa amankan sendiri barang-barang kalian jika tertidur, entah itu kalian peluk atau kalian buat bantal. Ya buat jaga-jaga aja sih.

Turis lagi tidur di bandara Svarnabhumi
Turis lagi tidur di bandara Svarnabhumi

 

Ini juga turis yang lagi tidur di bandara Svarnabhumi
Ini juga turis yang lagi tidur di bandara Svarnabhumi

Sekitar jam 3 pagi saya terbangun, tapi teman saya satu ini, Satria, sudah terjaga duluan. Kalimat pertama ketika saya bangun adalah “Ga luwe, Sat?” / “Gak laper, Sat?”. Ahaha, cacing di perut  uda mulai menjadi belut lagi. Dan kita menuju Sevel lagi. Cari yang agak gedean dong biar sekalian kenyang, tapi adanya mie instant dengan mayoritas rasa babi :|. Ada nih satu yang spicy. Enak kayaknya, angkut dah 3 buat sarapan. Dan setelah mienya mateng aroma spicynya bener-bener nyengat. Benar saja pedesnya ga main-main bro, ga kayak mie rasa spicy di Indonesia :|. Dan itu berakibat mules 2 hari buat temen saya 😀

 Mie setan kampret, penyebab mules :|
Mie setan kampret, penyebab mules 😐

Kesimpulannya ternyata emang boleh turis tidur di bandara Svarnabhumi, Thailand. Malah ada yang uda tidur pake sleeping bag dilantai dengan barang bawaan yang setumpuk. Orang luar itu gitu, mereka ga jaim ga kayak orang Indonesia yang sok-sok jaim gitu. Mungkin masih mikir-mikir kalau mau tidur di bandara, apa lagi cewek. Ya pokoknya jangan pake pakaian tidur yang sexy-sexy aja kalau mau tidur di bandara :P.

Pemandangan lain para turis yang tertidur
Pemandangan lain para turis yang tertidur

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s