Bubulan

Bubulan menurut bahasa Jabung (atau mungkin daerah sekitar) adalah rumahnya laron. Yang biasanya muncul saat musin hujan. Setelah musim hujan mulai reda, tempat yang dulunya ada bubulannya biasanya akan ditumbuhi jamur. Dan jamur ini beda dengan jamur-jamur yang dijual di pasar, rasanya lebih enak.

Tapi kali ini saya tidak akan membahas tentang jamur tersebut, tapi tentang bubulan (sesuai judul :D)

Kejadiannya tadi pagi. Saya merasa melihat keanehan saat saya jalan-jalan pagi bersama istri saya yang sedang hamil 6 bulan. Setiap weekend kita memang biasanya jalan-jalan pagi dengan rute yang sama. Rute itu melewati pinggir sawah dan jalan setapak menuju ke sawah.

Dulu, waktu saya masih kecil saya sering mencari laron langsung dari tempat asalnya. Para pencari laronpun ga cuma saya saja, tapi banyak orang, mulai dari anak kecil sampai orang dewasa. Lokasi bubulan pun selalu nylempit-nylimpit (tersembunyi). Tidak jarang kita harus masuk sawah, sampai kebun tebu. Tapi kali ini berbeda, saya melihat ada 3 bubulan yang muncul di jalan setapak, yang biasanya dilalui banyak orang.

Yang terpikirkan dari saya kali ini adalah apakah mereka sudah bosan bersembunyi? Karena sudah tidak ada yang peduli dengan mereka akhirnya mereka berani memunculkan diri di tempat terbuka agar mereka diperhatikan lagi?

Entahlah…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s