Melunasi Janji “3 Bulan Lebih”

Janji adalah janji, tapi kosong adalah berisi. Sudah saatnya saya melunasi janji di post saya sebelumnya. Singkat saja ya. Ini hanya sebuah pengingat, khususnya buat saya sendiri. Karena ga tau juga apa ada yang baca blog saya ini 😛

1. Lahirnya Rufaidah Ramona Nizamil Putra

Anak pertama saya yang lucu dan menggemaskan ini lahir pada hari Jum’at malam pukul 22.40 WIB tanggal 18 Maret 2016. Alhamdulillah melalui persalinan normal dengan effort istri yang cukup melelahkan. Karena ngelarani (merasakan sakit)-nya udah mulai hari Selasa, dan tidak kunjung cepat proses dari bukaan ke bukaan. Proses pemecahan ketuban secara manual pun harus dilakukan karena bukaan tak kunjung cepat. Setelah proses pemecahan ketuban pun istri saya harus diinduksi karena masalah yang sama. Induksi itu sakitnya minta ampun lho (katanya begitu). Saya melihat istri sayapun tak tega, sampai-sampai dia minta oprasi saja karena ga tahan dengan sakitnya induksi.Padahal dia termasuk orang yang bersikukuh harus melahirkan normal.

Alhamdulillah dengan bantuan perawat-perawat dan tante saya yang juga menunggu proses lahiran anak saya, istri saya pun dikuatkan dengan nasehat-nasehat mereka. Alhamdulillah 2 jam sejak dimasukan cairan induksi melalui infus, lahirlah anak kami yang kami beri nama Rufaidah Ramona Nizamil Putra. 

Artinya?

Rufaidah – Adalah sahabat Rasulullah SAW yang berjuang pada masa Rasulullah sebagai perawat, dan dia dikenal sebagai perawat Islam pertama. Dia bertugas merawat prajurit-prajurit yang terluka saat perang juga. Lebih lengkapnya silahkan googling sendiri riwayat dari Rufaidah :). Secara general Rufaidah mempunyai arti Helper atau Penolong.

Ramona – Sejujurnya saya terinspirasi dari nama anak Jessica Hische yang bernama Ramona juga. Setelah saya googling arti kata Ramona juga bagus, dari bahasa Spanyol yang berarti Bijaksana. So kenapa tidak? 🙂

Nizamil Putra – Itu nama Ayahnya :).

Jadi Rufaidah Ramona Nizamil Putra harapan kami bisa menjadi Seseorang yang Helpful and WiseAamiin…

 

2. Hidup Nomaden

Sebelum anak saya lahir, saya dan istri berencana membeli rumah lewat jalur KPR dengan pertimbangan lokasi yang dekat dengan lokasi kantor istri. Biar tidak capek dan bisa nyusuin gitu kalau Ramona udah lahir. Tapi setelah Ramona lahir dan cuti juga sudah habis, rumah belum jadi. Karena belum lunas juga uang mukanya :).

Akhirnya kita coba untuk pulang-pergi dari Jabung ke Sukun, dan anak kami dititipin ke emak (tetangga yang mengasuh saya saat kecil). Ternyata istri saya merasa terlalu capek, karena malam masih harus bangun juga buat nyusuin. FYI waktu kerja istri saya mulai jam 7.30 – 17.00. Kalau telat potong gaji! Ya kami harus berangkata jam 6an pagi, pulang sampe rumah sekitar jam 6 lebih.

Minggu berikutnya kita coba tinggal di rumah budhe, sekitar 5 KM dari kantor istri. Harapannya bisa nyusuin wakti istirahat siang. Eh ternyata istri capek perjalanan juga ketika harus nyusuin waktu siang. Karena kita juga ga mau ngrepotin budhe, kita balik kucing tinggal di rumah Jabung, dengan ritme sama seperti rencana awal.

Sambil menunggu rumah jadi dan siap ditempati.

 

3. Peliknya Membeli Rumah di Perumahan

Alhamdulillah pas puasa hari pertama kita bisa tinggal bertiga di rumah baru. Kalau mau flashback dikit, menempati rumah baru ini ga segampang asal nylempung aja. Kalau saya menilai saya semacam di-push untuk cepat-cepat realisasi dengan bank oleh pihak developer perumahan. Melihat rumah sebenarnya belum 100% jadi, tapi kita sudah disuruh cepat-cepat realisasi.

Ok lah, kita turutin dengan berbagai alasan yang dilontarkan si marketing. Masalahnya biaya realisasi itu ternyara ga murah lho! Saya pun sebenarnya masih ragu, takut, dengan RIBA meskipun saya pakai bank syariah. Terus untuk biaya realisasi apa saya harus ngutang bank lagi?? Disini saya benar-benar pusing mikirinnya. Masa’ masih harus nambah dosa lagi :(. Tapi alhamdulillah ada teman yang mau memberikan pinjaman lunak kepada saya (Suwun yo mas).

Jujur saja, saya kurang puas dengan hasil kerja developer perumahan ini. Tapi tetap alhamdulillah saya sudah bisa tinggal seatap dengan keluarga kecil saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s