Hal terkecil

Hal terkecil yang tidak pernah saya dapatkan di keluarga saya adalah membiasakan diri meminta maaf jika saya punya salah.  Dan itu baru saya dapat ketika saya berpacaran dengan istri saya. Itu sangat menyakitkan sekali, perdebatan di hati kecil untuk mengeluarkan kata “maaf”.

Selain itu saya merasa punya masalah komunikasi dengan keluarga, mungkin salah satunya karena saya diasuh dan dibesar tidak oleh Bapak dan Ibu saya (karena kesibukannya dulu). Bukan berarti saya menyalahkan mereka, mereka tetap orang tua terbaik bagi saya. Tapi itu bisa menjadi pembelajaran bagi saya ketika nanti Kakak lahir. Jelas orang tua mana yang mau anaknya seperti dia di waktu kecil kalau sudah tau mana yang baik dan benar.

Advertisements

Aku yang Tersulut Emosi

Baru saja mendapat telfon dari kakak saya yang mendapat rumor tidak sedap tentang keluarga saya. Tidak sampai berpikir panjang emosi saya langsung membara.

Saya pun langsung menindaklanjuti rumor tersebut, tapi sayang saya menindaklanjutinya dengan penuh emosi. Padahal semua masih berasal dari tembung “Jare”, jarene iki, jarene iku. 

Duh gusti paringi akal, ati ingkang waras. Saget mbedakaken pundi sing ireng, pundi sing putih lan pundi sing abu-abu. Mbonten gampang emosian.

Aamiin..

26 Minggu

Surat untuk anakku yang berumur 26 minggu dalam kandungan ibunya:

thumb_IMG_1072_1024

Assalamualaikum Kakak…

Begitulah Ayah memanggilmu, kita (Ayah dan Ibu) masih belum memilih nama untukmu. Beberapa waktu yang lalu kita pernah memilih-milih nama namun pada akhirnya kita tidak jadi memilihnya, karena Kakak sepertinya tidak mau dikasih nama itu. Kakak sempet muncul di mimpi ibu 2x, dan mengisyaratkan kalau Kakak tidak mau dikasih nama tersebut.

Oh iya, ayah memutuskan untuk menulis surat di blog ini untuk Kakak di setiap minggu perkembangan Kakak. Harapannya nanti kalau Kakak sudah bisa membaca, kakak bisa baca semua surat yang ayah tulis nantinya. Do’akan Ayah istiqomah ya…

Kakak, diumur kakak yang 26 minggu ini, perut Ibu sudah kelihatan semakin besar. Ibu juga kembali gampang capek seperti saat Kakak umur 1-3 bulan di kandungan ibu. Ibu juga mulai mual-mual dan sesak lagi. Ayah minta bantuan Kakak ya, bantu Ibu biar kuat dan tidak gampang capek. Kerjanya juga biar semangat.

Kakak, sudah ga terasa sekitar 2 bulan lebih sedikit lagi Kakak bisa melihat Ayah dan Ibu. Kadang Ayah khawatir, apa Ayah bisa menjadi Ayah yang baik? Tidak jarang kadang Ayah berpikir apa Ayah nanti tidak kerepotan setelah ada Kakak? Maaf Kakak, sebenarnya kekhawatiran itu tidak boleh terjadi. Kakak adalah anugrah terindah yang harus kita sambut dengan senang gembira.

Ayah dan Ibu berdo’a, semoga Kakak nanti menjadi anak yang sholeh/sholehah. Yang selalu ngingetin orang tuanya kalau salah. Yang tidak ngerepoti orang tuanya. Kita nanti ada untuk saling membantu kan Kakak? Bukan untuk saling merepotkan.

Kakak juga berdo’a ya.. Do’a kan Ayah dan Ibu supaya bisa membimbing dan mengasuh Kakak sesuai tuntunan Allah.

Aamiin…

Semangat ya Keluarga Nizamil Putra 🙂

Yang menyayangi Kakak,

Ayah

Bubulan

Bubulan menurut bahasa Jabung (atau mungkin daerah sekitar) adalah rumahnya laron. Yang biasanya muncul saat musin hujan. Setelah musim hujan mulai reda, tempat yang dulunya ada bubulannya biasanya akan ditumbuhi jamur. Dan jamur ini beda dengan jamur-jamur yang dijual di pasar, rasanya lebih enak. Tapi … Continue reading Bubulan

Menjual tanpa Menjelekan

Saya dan teman tim saya (Mas Rukma) mau mencoba peruntungan dengan menjual barang digital di salah satu marketplace. Tiba-tiba terpikirkan di benak saya ketika menulis to-do list tentang copywriting. Saya sering sekali membandingkan bahkan menjelek-jelekan suata produk digital karena menurut saya itu tidak efektif, tidak efisien, atau bahkan jelek. Padahal itu hanya menurut sudut pandang saya, yang sebagian besar dilihat dari sisi developer saja.

Saat ini tidak jarang kita melihat iklan suatu produk memuat perbandingan produknya dengan produk yang lain, dan pastinya mereka menampilkan kekurangan dari produk rivalnya.

Saya pribadi berpikir kalau hal tersebut tidak baik. Daripada kita menjelek-jelekan produk rival kita, mengapa kita tidak menampikan kelebihan produk kita saja, tanpa harus membanding-bandingkan. Biar user/konsumen yang menilai dan membandingkan sendiri.